ANCAMAN TANTANGAN HAMBATAN DAN GANGGUAN (ATHG) TERHADAP INTEGRASI NASIONAL



 https://pin.it/4EHv06NPg

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 

Shalom 

Om swastiastu 

Namo Buddaya 

Salam kebajikan 

Salam Taruna 

SALAMAT DATANG SANAKK DI SINI

perkenalkan nama saya MICHAEL ADRIAN HUTABARAT dari kelas XI.2B

SANAKK KUU tau gaa apa ituu ATHG ,belumm tauu yaaa yaudah ayokk kita pelajari bersama sama SANAKKKUU

A.PENGERTIAN ATHG(ANCAMAN, TANTANGAN,HAMBATAN dan GANGGUAN) 

ATHG didefinisikan sebagai setiap upaya, pekerjaan, kegiatan, atau tindakan—baik dari dalam negeri maupun luar negeri—yang dinilai atau dibuktikan dapat membahayakan keselamatan bangsa, keamanan negara, kedaulatan, serta keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Konsep ini sering dibahas dalam konteks ketahanan nasional dan integrasi nasional, sebagaimana diatur dalam UU RI No. 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI).

https://digilib.esaunggul.ac.id/public/UEU-Master-8607-BAB_I.pdf

a. Ancaman

1)Pengertian ancaman

setiap usaha atau aktivitas yang membahayakan keutuhan wilayah, kedaulatan, dan keselamatan negara. Ancaman dapat berupa ancaman militer maupun ancaman non-militer. Ancaman adalah salah satu hal yang menjadi perhatian penting bagi setiap negara dalam upaya menjaga dan merawat kedaulatan serta keselamatan segenap bangsa dan negara, termasuk Indonesia.

Untuk mengatasi ancaman, negara perlu melakukan pembangunan infrastruktur dan teknologi yang dapat meningkatkan kekuatan pertahanan. Selain itu, kerjasama dengan negara lain juga penting guna mencegah dan mengatasi ancaman yang datang dari luar. Warga negara juga berperan penting dengan menjunjung tinggi keutuhan wilayah dan melawan segala bentuk ancaman yang dapat membahayakan kedaulatan negara.

Ancaman dapat berbentuk fisik, seperti perampasan wilayah, atau berbentuk non-fisik, seperti cyber attack atau propaganda negatif. Berikut ulasan tentang ancaman adalah hal yang dapat membahayakan kedaulatan negara yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (25/10/2023).

Ancaman terhadap negara adalah setiap usaha atau aktivitas yang dapat membahayakan kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keamanan suatu negara. Ancaman dapat berasal baik dari dalam negeri maupun luar negeri.Ancaman militer merupakan bentuk ancaman yang melibatkan penggunaan kekuatan militer secara langsung.

(Sumber artikel https://www.liputan6.com/hot/read/5432626/ancaman-adalah-situasi-membahayakan-kedaulatan-kenali-cara-mengatasinya)

Secara umum, tujuan ancaman adalah untuk menimbulkan kerugian, rasa takut, atau memaksa pihak sasaran memenuhi keinginan pelaku, dengan tujuan yang berbeda tergantung konteksnya(sumber dola.id)

2) Pendapat ahli/teori buku mengenai defenisi ancaman integrasi Nasional

Menurut Nazaruddin Sjamsuddin, integrasi nasional adalah proses penyatuan suatu bangsa yang mencakup semua aspek kehidupan, yaitu sosial, budaya, politik, dan ekonomi.


Menurut J. Soedjati Djiwandono, integrasi nasional merupakan sebuah cara agar kelestarian persatuan nasional dalam arti luas dapat didamaikan dengan hak menentukan nasib sendiri.


Menurut Howard Wriggins, integrasi adalah penyatuan bangsa-bangsa yang berbeda dari suatu masyarakat menjadi suatu keseluruhan yang lebih utuh atau memadukan masyarakat-masyarakat kecil yang banyak menjadi suatu bangsa.

Bersadarkan pengertian dan pendapat ahli diatas dapat disimpulkan bahwa ancaman adalah:

Ancaman adalah setiap usaha dan kegiatan baik dari dalam maupun luar negeri yang dinilai membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa dan negara.

3) Macam-macam ancaman dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari

1. Ancaman MiliterAncaman militer adalah ancaman yang menggunakan kekuatan bersenjata yang terorganisasi dan dinilai mempunyai kemampuan membahayakan kedaulatan negara.

-Agresi/Invasi: Penggunaan kekuatan bersenjata oleh negara lain terhadap kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa.

-Pelanggaran Wilayah: Pelanggaran batas wilayah (laut, udara, atau darat) oleh negara lain.

-Spionase: Kegiatan intelijen untuk mendapatkan rahasia militer atau negara.

-Sabotase: Tindakan merusak instalasi penting militer atau objek vital nasional

-Aksi Teror Bersenjata: Dilakukan oleh jaringan terorisme internasional atau domestik.

-Pemberontakan Bersenjata & Separatisme: Gerakan di dalam negeri yang ingin memisahkan diri atau merongrong kewibawaan negara.

-Perang Saudara/Konflik Komunal: Konflik fisik antar kelompok masyarakat yang bersenjata.

2. Ancaman Non-MiliterAncaman non-militer tidak bersifat fisik dan bentuknya tidak kasat mata, namun dapat lebih berbahaya daripada ancaman militer karena merusak dari dalam. Ancaman ini berdimensi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi, informasi, dan keselamatan umum.

-Ancaman Ideologi: Upaya mengganti ideologi negara (Pancasila) dengan ideologi lain seperti komunisme, liberalisme, atau radikalisme/ekstremisme.

-Ancaman Politik: Tekanan politik dari luar negeri (intimidasi, blokade) atau ketidakstabilan politik dalam negeri (separatisme politik, konflik pemilu).

-Ancaman Ekonomi: Masuknya barang selundupan, utang luar negeri, ketergantungan impor, dan ketimpangan ekonomi yang mengganggu stabilitas nasional.

-Ancaman Teknologi & Informasi: Serangan siber, penyebaran hoaks (disinformasi), kebocoran data, dan kejahatan siber (cyber crime) yang mengganggu infrastruktur kritis.

-Ancaman Keselamatan Umum: Wabah penyakit, bencana alam, bencana lingkungan, dan peredaran narkoba.

3. Ancaman Hibrida (Perkembangan 2026)Pada tahun 2026, lanskap ancaman berkembang menjadi lebih kompleks, menggabungkan metode militer tradisional dengan taktik non-militer (seperti serangan siber dan disinformasi). Contohnya termasuk penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk serangan siber, spionase, dan perang informasi.

4) faktor yang mempengaruhi terjadinya ancaman terhadap integrasi nasional

1.faktor internal 

-Konflik SARA dan Kurangnya Toleransi

-Separatisme dan Gerakan Disintegrasi

-Ketimpangan Pembangunan dan Ekonomi: 

2.faktor eksternal 

-Pengaruh Negatif Globalisasi

-Ideologi Asing dan Radikalisme

-Sengketa Wilayah

5) Upaya Mengatasi Ancaman terhadap integrasi nasional

1. Bidang Ideologi dan Politik

-Penguatan Ideologi Pancasila: Menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan pendidikan untuk membentengi dari ideologi asing.

-Demokrasi dan Tata Kelola Pemerintahan: Mewujudkan pemerintahan yang bersih, berwibawa, dan demokratis untuk meningkatkan kepercayaan rakyat.

-Penegakan Hukum: Menindak tegas gerakan separatis dan pelaku penyebar berita bohong (hoaks) yang memecah belah bangsa.

2. Bidang Ekonomi

-Pemerataan Pembangunan: Mengurangi ketimpangan ekonomi antardaerah melalui pembangunan infrastruktur yang merata

-Kemandirian Ekonomi: Mengembangkan potensi ekonomi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mengurangi ketergantungan pada asing.

3.Bidang Sosial Budaya

-Pendidikan Multikultural: Menanamkan rasa toleransi, menghargai perbedaan, dan kesadaran akan keberagaman (Bhinneka Tunggal Ika).

-Filter Budaya Luar: Menyaring pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa, seperti gaya hidup konsumtif dan hedonisme.

-Penguatan Identitas Nasional: Memperkuat rasa cinta tanah air (nasionalisme) melalui penggunaan bahasa Indonesia dan kebudayaan nasional.

b. Tantangan 

1) Pengertian tantangan 

Tantangan adalah hal atau objek yang menggugah tekad untuk meningkatkan kemampuan mengatasi masalah. Dicontohkan sebagai rangsangan untuk bekerja lebih giat dan sebagainya. Tantangan adalah hal atau objek yang perlu ditanggulangi.

Pada pemaknaan selanjutnya, KBBI memaknai tantangan adalah ajakan berkelahi yang berhubungan dengan peperangan, pertemuran, dan masih banyak lagi. Tantangan bisa diwujudkan pada sebuah permainan atau game. Apa hakikat hasil dari menyelesaikan tantangan atau game tersebut?

Seseorang yang berhasil menyelesaikan tantangan adalah dikatakan mencapai sebuah kemenangan. Lalu seseorang yang berhasil menyelesaikan tantangan, disebut pula sudah mencapai kesuksesannya. Meski demikian, perlu dipahami bahwa penyelesaian tantangan bisa disesuaikan dengan kemampuan masing-masing orang

Tentu saja tidak harus terpaku pada satu penyelesaian saja. Itulah pengertian tantangan yang perlu diketahui. Berikut Liputan6.com ulas lebih dalam tentang tantangan dan contoh cara menghadapinya, Selasa (28/12/2021).

(Sumber artikel https://www.liputan6.com/hot/read/4835778/tantangan-adalah-hal-yang-perlu-diselesaikan-begini-cara-menghadapinya)


tujuan Tantangan yaitu hadir untuk menguji sejauh mana kekuatan, kesiapan, dan kecerdasan bangsa dalam menghadapi perubahan atau masalah yang muncul.(Sumber dola.id.)

2) Pendapat ahli/teori buku mengenai defenisi tantangan integrasi Nasional 

Aspek Politik dan Budaya (Myron Weiner): Tantangan ini merupakan proses menyatukan kelompok sosial budaya ke dalam satu kesatuan wilayah guna membentuk identitas nasional.

Aspek Wilayah dan Pemerintahan (Saffroedin Bahar): Tantangan mencakup upaya penyatuan seluruh unsur bangsa, termasuk wilayah dan pemerintah.

Kesenjangan dan Kurangnya Saling Pengertian (Koentjaraningrat): Tantangan pokok sering kali bersumber dari kurangnya pengertian antarwarga yang menghambat integrasi.

Bersadarkan pengertian dan pendapat ahli diatas dapat disimpulkan bahwa tantangan adalah:

Tantangan adalah segala sesuatu yang meminta, menuntut, dan menguji kemampuan serta ketahanan bangsa agar dapat mewujudkan dan mempertahankan integrasi nasional.

3) Macam-macam tantangan dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari

Tantangan terbagi menjadi beberapa kategori yang mencakup berbagai aspek yang dapat membahayakan suatu negara. Berikut adalah macam-macam tantangan yang umum diidentifikasi:

1. Tantangan Berdasarkan Sifat (Nyata vs Belum Nyata)

-Ancaman Nyata (Sering Terjadi): Ancaman yang menjadi prioritas utama penanganan saat ini, meliputi terorisme, radikalisme, separatisme, bencana alam, serangan siber, perompakan, serta peredaran narkoba.

-Ancaman Belum Nyata: Potensi ancaman yang belum menjadi prioritas harian namun berisiko tinggi, seperti konflik terbuka atau perang konvensional antar negara.

4) faktor yang mempengaruhi terjadinya tantangan terhadap integrasi nasional

1.faktor internal 

-Konflik SARA & Separatisme

-Radikalisme & Ekstremisme

-Kesenjangan Sosial-Ekonomi

2.faktor eksternal 

-Pelanggaran Wilayah

-Terorisme Internasional

-Pengaruh Globalisasi

5) Upaya Mengatasi Tantangan terhadap integrasi nasional

-Penguatan Ideologi dan Pendidikan: Menanamkan nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan untuk memperkuat nasionalisme.

-Pemerataan Ekonomi dan Pembangunan: Mempercepat pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah untuk mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi yang memicu konflik

-Pendidikan Multikultural dan Toleransi: Mengembangkan rasa toleransi dan menghargai keberagaman suku, ras, agama, dan golongan.

c. Hambatan

1. Pengertian hambatan 

hambatan dalam perdagangan internasional adalah batas negara dan perbedaan peraturan antar-negara. Dengan kata lain, salah satu hambatan dalam perdagangan internasional adalah kebijakan pemerintah suatu negara.  

Tujuan pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan adalah untuk melindungi produk dalam negeri. Sebab dengan persangan yang semakin tajam, membuat suatu negara harus berjibaku antara melindungi pengusaha lokal dengan kebutuhan domestik yang harus dipenuhi.

Dalam sistem perdagangan internasional, kegiatan ekspor dan impor masih mendominasi. Walaupun masih ada beberapa kerjasama dalam bentuk lain, seperti barter, konsinyasi, atau border crossing.

Perdagangan internasional adalah kegiatan tukar menukar barang atau jasa yang didasarkan atas kehendak sukarela yang dilakukan antara dua negara atau lebih untuk memenuhi kebutuhan bersama melalui kegiatan ekspor dan impor.

(Sumber artikel https://www.liputan6.com/hot/read/4982061/salah-satu-hambatan-dalam-perdagangan-internasional-adalah-kebijakan-pemerintahnya)

Dalam konteks integrasi nasional, tujuan hambatan adalah untuk menghambat, memperlambat, atau menghalangi proses penyatuan bangsa sehingga tujuan integrasi nasional menjadi sulit atau tidak tercapai.(Sumber dola.id.)

2) Pendapat ahli/teori buku mengenai defenisi Hambatan integrasi Nasional

Potensi Ancamsan (Separatisme & Radikalisme): Menurut studi dalam jurnal konsensus, ancaman disintegrasi sering muncul dari radikalisme, konflik antarumat beragama, dan separatisme. Hal ini menghambat pencapaian integritas nasional yang kukuh.

Primordialisme dan Etnosentrisme: Teori menyebutkan bahwa pandangan yang terlalu mengutamakan kelompok sendiri (primordialisme) atau menganggap budayanya lebih tinggi (etnosentrisme) akan mempersulit penyatuan berbagai elemen budaya yang berbeda.

Kesenjangan Sosial dan Ekonomi: Faktor penghambat juga mencakup ketimpangan yang lebar dalam pembangunan ekonomi antarwilayah, yang dapat memunculkan kecemburuan sosial dan memperlemah ikatan kebangsaan.

Bersadarkan pengertian dan pendapat ahli diatas dapat disimpulkan bahwa Hambatan adalah:

Hambatan adalah faktor atau kondisi yang menjadi penghalang atau rintangan yang membuat proses integrasi nasional menjadi sulit, lambat, atau tidak berjalan lancar.

3) Macam-macam hambatan dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari

Hambatan terbagi menjadi beberapa kategori yang mencakup berbagai aspek yang dapat membahayakan suatu negara. Berikut adalah macam-macam hambatan yang umum diidentifikasi:

1. Hambatan Fisik/TeknisHambatan ini berupa lingkungan atau benda-benda fisik yang menghalangi mobilitas atau jalannya sebuah aktivitas.

-Contoh: Kemacetan lalu lintas saat berangkat kerja, jalan rusak, cuaca buruk (hujan deras) yang membatalkan rencana piknik, atau koneksi internet yang lambat saat rapat daring

2.Hambatan KomunikasiHambatan ini terjadi ketika pesan yang disampaikan tidak diterima atau dipahami dengan benar oleh penerima.

-Contoh: Perbedaan bahasa (bahasa daerah/asing), perbedaan gaya komunikasi antar generasi (muda vs senior), suara bising, atau salah paham pesan chat di media sosial.

3. Hambatan Psikologis/Emosional

Hambatan yang berasal dari dalam diri sendiri atau perasaan seseorang.

-Contoh: Rasa takut gagal, kurang percaya diri (insecure), rasa cemas, stres berlebihan, atau rasa malas yang menghalangi seseorang untuk memulai tugas

4. Hambatan Sosial/BudayaHambatan yang berkaitan dengan norma, nilai, atau perilaku dalam kelompok masyarakat.

-Contoh: Perbedaan adat istiadat, stigma negatif terhadap sesuatu, kurangnya dukungan keluarga, atau prasangka terhadap kelompok tertentu.

5. Hambatan Ekonomi/FinansialHambatan yang berkaitan dengan keterbatasan materi atau dana untuk mencapai tujuan.

Contoh: Kurangnya biaya untuk melanjutkan pendidikan, tidak memiliki modal untuk memulai usaha, atau ketidakmampuan membeli alat kerja yang memadai.    

4) faktor yang mempengaruhi terjadinya hambatan terhadap integrasi nasional 

1.faktor internal 

-Keberagaman Masyarakat Indonesia (SARA): Tingginya keberagaman suku, agama, ras, dan golongan (SARA) jika tidak dikelola dengan baik dapat memicu konflik horisontal.

-Paham Etnosentrisme yang Kuat: Sikap fanatisme primordial di mana suatu kelompok merasa kebudayaannya lebih unggul daripada kelompok lain, sehingga menghambat pembauran.

-Ketimpangan Pembangunan Antardaerah: Pembangunan yang tidak merata, terutama antara wilayah pusat (pusat ekonomi) dan daerah tertinggal, memicu kecemburuan sosial dan keinginan untuk melepaskan diri (separatisme).

2.faktor eksternal 

-Pengaruh Globalisasi dan Budaya Asing: Masuknya nilai-nilai budaya Barat atau asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa (misal: individualisme, konsumtif, hedonisme) yang mengikis nasionalisme.

-Ancaman Keamanan dari Luar: Adanya intervensi, tekanan politik, atau ancaman pertahanan dari negara lain yang mengganggu kedaulatan.

-Kesenjangan Ekonomi Global: Ketergantungan ekonomi pada negara asing yang dapat menyebabkan erosi kedaulatan nasional.

5) Upaya Mengatasi Hambatan terhadap integrasi nasional 

-Penguatan Ideologi dan Pendidikan: Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan melalui pendidikan formal (pendidikan multikultural) untuk menanamkan toleransi, kesadaran keberagaman, dan kesetiaan terhadap ideologi bangsa

-Pemerataan Ekonomi dan Keadilan Sosial: Melakukan pemberdayaan ekonomi di daerah terpencil untuk mengurangi ketimpangan sosial dan ekonomi yang dapat memicu kecemburuan sosial dan separatisme

-Penguatan Hukum dan Pemerintahan: Menegakkan supremasi hukum yang adil, menciptakan pemerintahan yang bersih dari KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme), serta mereformasi lembaga politik agar lebih akuntabel.

d. Gangguan 

1. Pengertian gangguan 

gangguan kesehatan mental dapat menjadi beban yang berat bagi individu, keluarga, dan masyarakat. Seiring dengan meningkatnya kesadaran tentang kesehatan mental, semakin banyak orang menyadari betapa pentingnya perawatan dan dukungan untuk mengatasi masalah kesehatan mental. 

Meningkatkan kesadaran tentang mental health adalah langkah penting untuk memecahkan stigma, memperkuat kesehatan mental individu, dan membangun masyarakat yang lebih peduli. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang masalah kesehatan mental dan langkah-langkah praktis yang dapat diambil, kita dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk semua orang. 

Kesehatan mental yang baik melibatkan kemampuan seseorang untuk mengatasi stres, menghadapi tantangan hidup, menjaga hubungan sosial yang sehat, dan berfungsi secara efektif dalam kehidupan sehari-hari. Ini mencakup berbagai hal seperti:

Gangguan kesehatan mental, seperti depresi, kecemasan, gangguan bipolar, dan skizofrenia, dapat mempengaruhi keseimbangan mental seseorang dan mengganggu kualitas hidup mereka. Penting bagi setiap individu untuk menjaga kesehatan mental mereka dengan merawat diri, mencari dukungan ketika diperlukan, dan menghadapi masalah yang mungkin muncul dengan sumber daya yang tepat. Jika seseorang menghadapi masalah kesehatan mental yang serius, seorang profesional kesehatan mental dapat memberikan bantuan dan perawatan yang diperlukan.

(Sumber artikel https://www.liputan6.com/hot/read/5358125/mental-health-adalah-kesehatan-mental-kenali-penyebab-gangguan-dan-gejalanya)

Dalam konteks integrasi nasional, tujuan gangguan adalah untuk mengacaukan, mengganggu ketertiban, dan meresahkan keadaan sehingga proses penyatuan bangsa menjadi tidak stabil dan tidak berjalan dengan baik(sumber Dola.id.)

2) Pendapat ahli/teori buku mengenai defenisi gangguan integrasi Nasional

Saffroedin Bahar (1996): Menekankan bahwa gangguan integrasi muncul ketika upaya menyatukan unsur-unsur bangsa, wilayah, dan pemerintah terganggu.

Koentjaraningrat (Perspektif Antropologi): Menggarisbawahi bahwa gangguan integrasi nasional sering kali bersumber dari konflik kebudayaan dan ketidakmampuan beradaptasi dengan keberagaman, yang memicu masalah sosial-budaya.

Teori Integrasi Sosial (Banton in Kun Maryati): Menyatakan gangguan terjadi ketika perbedaan ras atau budaya dalam masyarakat tidak dihargai dan justru dijadikan sumber konflik.

Bersadarkan pengertian dan pendapat ahli diatas dapat disimpulkan bahwa tantangan adalah:

Segala hal atau kondisi yang mengacaukan, meresahkan, dan mengganggu kelancaran proses penyatuan unsur-unsur bangsa, wilayah, dan pemerintahan, serta menimbulkan konflik sosial budaya akibat ketidakmampuan dalam menghargai keberagaman.

3) Macam-macam gangguan dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari

Gangguan terbagi menjadi beberapa kategori yang mencakup berbagai aspek yang dapat membahayakan suatu negara. Berikut adalah macam-macam gangguan yang umum diidentifikasi:

1. Gangguan Berdasarkan Sifat (Militer vs Non-Militer)

-Ancaman Militer: Menggunakan kekuatan senjata terorganisir, seperti agresi/invasi, pelanggaran wilayah (laut, darat, udara), spionase, sabotase, dan aksi teror bersenjata.

-Ancaman Non-Militer (Nirmiliter): Ancaman berdimensi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan, dan keamanan yang tidak menggunakan senjata, namun merusak sendi negara, seperti peredaran narkoba, wabah penyakit, atau penyebaran ideologi radikal

-Ancaman Hibrida: Kombinasi ancaman konvensional, asimetris, dan siber yang terjadi bersamaan. 

4) faktor yang mempengaruhi terjadinya gangguan terhadap integrasi nasional 

1.faktor internal 

-Keberagaman yang Sangat Tinggi: Indonesia memiliki ribuan suku, bahasa, ras, dan agama. Tanpa toleransi yang tinggi, perbedaan ini mudah memicu konflik horizontal.

-Paham Etnosentrisme: Sikap atau pandangan yang menganggap budaya, suku, atau kelompoknya sendiri lebih unggul dibandingkan dengan kelompok lain. Hal ini dapat menimbulkan rasa rendah diri atau ketersinggungan kelompok lain, memicu konflik antarsuku

-Ketimpangan Pembangunan: Pembangunan yang tidak merata, terutama antara wilayah pusat (pusat ekonomi) dan daerah (terpencil), menimbulkan ketidakpuasan sosial, kecemburuan, dan potensi separatisme

2.faktor eksternal 

-Globalisasi dan Pengaruh Budaya Asing: Masuknya nilai-nilai barat yang bertentangan dengan kepribadian bangsa (seperti individualisme, hedonisme, konsumerisme) dapat melunturkan nilai-nilai budaya lokal dan nasionalisme.

-Ancaman Keamanan Internasional: Termasuk di dalamnya adalah terorisme, radikalisme yang berafiliasi dengan jaringan asing, serta konflik internasional yang mempengaruhi stabilitas kawasan.

-Pasar Bebas dan Persaingan Ekonomi: Ketergantungan ekonomi yang tinggi terhadap pihak asing membuat Indonesia sulit untuk mandiri dan rentan terhadap tekanan ekonomi internasional.

5)Upaya Mengatasi gangguan terhadap integrasi nasional

Berikut adalah rincian upaya mengatasi gangguan integrasi nasional berdasarkan bidang:

-Bidang Ideologi & Politik: Menjadikan Pancasila sebagai nilai hidup masyarakat (hidup), penguatan pendidikan kewarganegaraan, dan penegakan hukum tegas terhadap kelompok separatis serta penyebar hoaks.

-Bidang Ekonomi: Membangun sistem ekonomi kerakyatan, memprioritaskan produksi dalam negeri, dan meningkatkan pemerataan pembangunan antardaerah untuk mengurangi ketimpangan

-Bidang Sosial Budaya: Meningkatkan toleransi, melakukan penyaringan (filter) budaya luar, dan merawat gotong royong sebagai pengikat persatuan di tengah keberagaman.


B. Quotes dari orang lain yang memotivasi

saya sangat mengagumi sosok beliau yang merupakan tokoh/inspirator/guru saya. beliau mengatakan"Seandainya Neraka itu terlihat, Pasti semua orangakan berlomba-lomba untuk memperbaiki amalnya"

"Mila Rosa Roslina,S.Pd,Gr"

C. Quotes dari diri sendiri/ motto hidup

saya suka dengan kutipan berikut"Seseorang akan merasa terobati setiap kali melihat senyum ibunya"karena dapat memotivasi saya untuk semangat bersekolah.

baiklah, cukup sekian itu saja isi dari artikel blog saya, semoga dapat menambah wawasan pembaca. Apabila ada saran atau pendapat boleh di sampaikan di kolom komentar dibawah ini

wassalamualaikum wr wb

shalom 

om shanti shanti om 

salam sejahtera

salam taruna

Penulis: Michael Adrian Hutabarat 

Guru pembimbing:Mila Rosa Roslina,S.Pd,Gr

Sumber gambar:Sumber: Pinterest https://share.google/CZkNkz1lPjTrRvGe7

Sumber artikel:Sumber: Liputan6.com https://share.google/bpV5uVdawK6xXeflt







Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer